Pelebaran defisit transaksi berjalan yang tengah dialami Indonesia berisiko makin membebani pergerakan nilai tukar rupiah.

Neraca perdagangan jasa Indonesia pada kuartal II-2026 kembali defisit dengan nilai mencapai minus US$ 5,9 miliar.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memberikan kabar terbaru mengenai proses restrukturisasi BUMN Karya.